Resonansi Penyair Merapi

GENDHOTWUKIR, penikmat puisi dan sajak dari Komunitas Merapi. Sajak-sajak berikut adalah sajak-sajaknya yang telah terbit di media cetak, situs-situs internet dan sajak-sajak yang terbaru. Saat ini ia terus bergulat dengan eksperimennya yang terus berkelanjutan untuk pencapaian estetika poetik yang maksimal.

Mein Foto
Name:
Standort: Bonn Germany - Magelang Indonesia, NRW - JATENG, Germany

Lahir di sebuah desa udik di Lereng Gunung Merapi yang bernama Desa Gemer, Ngargomulyo, Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Hobi membaca, menulis dan memotret untuk dipublikasikan di media cetak. Pendiri dan moderator milis Komunitas Merapi dan Jaringan Katolik Liberal. Lauk kesukaannya yaitu ikan asin. Ada ikan asin, ada kenangan susahnya perjuangan mencari ikan asin saat di Eropa. Saat ini suka bolak-balik Magelang-Yogya karena alasan studi. Sajak dan tulisan-tulisannya tersiar di sejumlah media cetak, elektronik dan internet di Indonesia dan di luar negeri seperti Hongkong, Belanda dan Jerman.

Dienstag, Januar 10, 2006

Dua Pemabuk Usai Karnaval



Dua pemabuk usai karnaval berbicara, tentang
bulan purnama yang telah mendua, di celah
cabang pinus di musim winter kita.

Di depan stasiun kereta mereka berbicara, tentang
kereta yang akan menabrak mereka.

Di atas kereta mereka berbicara, tentang
perempuan yang kemarin malam dikencaninya, yang
celana dalamnya ditinggalkan begitu saja.

Di atas kereta mereka juga berbicara, tentang
istri yang telah diselingkuhinya, karena
selalu saja tak berdaya bila malam tiba.

Di halte mereka berbicara, tentang
rencana menceraikan isterinya, bikit
ruwet hidup dan banyak bicaranya.

Dua pemabuk usai karnaval
: berbicara tentang diri mereka yang asa berkeluarga.
: tentang diri mereka, tanpa tahu mengapa bicara

Karnaval Cologne – Jerman, 2005


0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen

Abonnieren Kommentare zum Post [Atom]

Links zu diesem Post:

Link erstellen

<< Startseite


Free shoutbox @ ShoutMix